Visi – Cholil Mahmud & Kartika Jahja

Istimewa

Visi kali ini akan mengangkat tema “Musik dan Kepekaan Sosial” dengan dua narasumber: Cholil Mahmud, vokalis/gitaris band Efek Rumah Kaca, dan Kartika Jahja dari Tika and The Dissidents.

Sejak debut albumnya pada 2007 silam, Efek Rumah Kaca telah menampilkan kritik sosial dalam lirik-lirik mereka. “Di Udara”, “Jalang” “Belanja Terus Sampai Mati” adalah beberapa contoh diantaranya. Ini berlanjut dalam album kedua “Kamar Gelap” (2008) dalam lagu-lagu seperti “Mosi Tidak Percaya” dan “Jangan Bakar Buku”. Kedua album dipuji karena menawarkan sesuatu yang segar. Terutama dalam lirik. Begitupun Tika and The Dissidents, album “The Headless Songstress” (2009), lagu-lagu seperti “Mayday” atau”Polpot” dipuji karena progresi musiknya dan masuknya kritik sosial dalam departemen lirik.

Dalam video ini, mereka menjabarkan posisi yang mereka ambil melalui lirik, bagaimana kritik dalam lagu-lagu mereka terkadang madi tekanan agar terus menghasilkan karya sejenis, dan betapa lagu kritik bisa jadi overrated dan berakhir sekedar jadi komoditas lain dalam musik.