Volume 2 : Ken Budha (Inkrispena) dalam Diskusi “Bagaimana Kita Menyikapi Golput?”

Sikap sementara Ken Budha Kusumandaru dari Institut Kajian Krisis & Strategi Pembangunan Alternatif (Inkrispena) dalam menyikapi politik elektoral 2019 adalah "condong" ke kubu Jokowi, karena menurutnya kelompok yang berhadapan langsung di lapangan dengan kelompok "kanan" (konservatif) berada di kubu Jokowi. "Ini persoalan taktik, bukan prinsipil" ujar Ken.

Argumentasi Ken Budha berangkat dari tesis Vladimir Lenin mengenai pemilihan umum. Lenin, seperti yang dipaparkan Ken, mengemukakan bahwa ketika situasi sedang dalam keadaan revolusioner, jangan biarkan negara mengadakan pemilu, kekuatan rakyat harus memboikotnya. Sedangkan bila situasinya terbalik, ada “senjata yang berbahaya (pemilu -red), tapi bisa digunakan, harus digunakan.” Untuk satu dari dua tujuan, mendukung partai yang paling kiri atau untuk menghancurkan partai yang paling kanan.

Menurut Ken, saat ini tidak ada situasi revolusioner di Indonesia. Ia mengakui memang ada perlawanan rakyat di berbagai daerah, namun sifatnya masih sporadis. Dalam konteks ini, yang paling memungkinkan adalah melakukan pertarungan parlementer, dengan tujuan menghancurkan kelompok “kanan”. Ia kemudian mempertanyakan apakah “Golput”, yang saat ini menurutnya adalah gerakan absentia belaka, sanggup menghancurkan kelompok kanan?