BABAK BELUR – Bilal Sukarno

Babak Belur adalah sebuah refleksi setelah pandemi menjauh sementara hidup tidak kunjung membaik.

Pemaparan Bilal Sukarno (Mahasiswa UPN Veteran) dalam diskusi bertajuk “Jakarta Babak Belur” yang menjadi salah satu bagian dari pagelaran BABAK BELUR di Jakarta Timur ,Sabtu (23 Juli 2022). Bilal menjelaskan alasan dan pengalamannya terlibat dalam advokasi mengenai PJ Gubernur Jakarta, seperti yang kita ketahui masa jabatan Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta akan habis, dan penggantinya tidak dipilih melalui mekanisme Pemilu melainkan ditunjuk oleh Pemerintah Pusat. Bilal menjabarkan analisisnya implikasi hal ini untuk warga Jakarta.

Pagelaran “Babak Belur” adalah kolaborasi antara Andi Tazaka aka Urab (seniman grafis) dan Dylan Amirio aka Logiclost (musisi elektronik). Mereka berdua bereksperimen, melakukan pembuatan dan memainkan karya dengan saling merespon antar keduanya. Babak Belur adalah upaya dua seniman lintas medium ini dalam merespon situasi hari ini, dimana kekuasaan yang dikendalikan oleh segelintir elit semakin membuat warga biasa sesak. Emosi dan rasa dari situasi itulah yang dimainkan keduanya. Babak Belur adalah sebuah refleksi setelah pandemi menjauh sementara hidup tidak kunjung membaik.

Selain kolaborasi dua seniman ini, Babak Belur juga menghadirkan bincang-bincang bersama beragam elemen warga yang berusaha bertahan dan berjuang untuk keluar dari situasi dimana mereka menjadi korban dari kekuasaan yang dikendalikan untuk kepentingan segelintir orang.