Ananda Badudu Menyaksikan Pengamen Cover “Sampai Jadi Debu”

Sorge Visual

Ananda Badudu. Umur tidak diketahui. Pekerjaan: wartawan dan kadang-kadang musisi. Selepas bubarnya Banda Neira, kini Ananda kembali mengarungi ganasnya ibukota demi mengais sesuap nasi (pas belum bubar juga udah begitu sih). Sesekali ia masih tampil di panggung-panggung kecil, membawakan tembang bandnya dahulu sembari berusaha meminimalisir keceletot jari akibat sudah jarang manggung. Walaupun di panggung terakhirnya Minggu (17/9) kemarin, rasanya dia tak terlalu mengkhawatirkan keceletot lagi karena venuenya – Gedung YLBHI/LBH Jakarta – sudah lebih dulu dikepung massa beringas.

“Kapan Banda Neira manggung lagi?” demikian orang-orang bertanya padanya, termasuk kami sendiri. Semua masih berupa misteri. Mungkin Ananda sendiri pun masih bertanya-tanya. Ada saatnya dia lupa. Tapi entah sampai berapa tahun ke depan rasanya ia akan terus diingatkan mengenai band minimalis yang turut bertanggung jawab membidani corak musik kopi/senja/sedih-folk itu. Misalnya saat dia tanpa sengaja masuk ke sebuah kafe kopi kekinian dan lagu yang sedang dimainkan adalah “Kisah Tanpa Cerita”. Atau saat menonton video anak SMA nembak gebetan dan yang didaulat sebagai soundtrack adalah “Utarakan”.

Contoh diatas memang hanya ilustrasi. Akan tetapi, di Taman Menteng Kamis (21/9) kemarin kesempatan macam ini akhirnya datang sendiri. Saat tengah asyik nongkrong menghabiskan liburan kejepit, Ananda dihampiri serombongan pengamen. Karena lagi iseng, videografer kami Adhito Harinugroho nyeletuk random “rikues Banda Neira dong”. Pucuk dicinta ulam tiba. Tanpa menyadari bahwa yang bikin lagu hanya berjarak semeter darinya, sang pengamen langsung menggeber “Sampai Jadi Debu”  track dari album kedua Banda Neira, “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti”. Mas-mas pengamen nampak menjiwai maximal – mungkin ada pengalaman pribadi. Ananda pun bengong. Momen itu tidak lupa direkam, meskipun hanya dengan ponsel pintar. Pertanyaannya: Bagaimana penilaian Ananda saat mas-mas pengamen dengan kebulatan hati berupaya menyanyikan part vokal Rara Sekar? Apakah saat mendengar lagu tersebut dibawakan si mas-mas Ananda sontak merebut gitar doi dan langsung menggelar coaching clinic di tempat? Silakan saksikan sendiri.