banner ad
banner ad

Wawancara Algiffari Aqsa//Respon terhadap Rencana Pembubaran HTI dan Vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

May 11, 2017

Ada dua momen yang cukup genting bagi demokrasi kita dan menjadi perbincangan ramai minggu ini.  Senin kemarin (8/5), pemerintah mengeluarkan pengumuman rencana untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (lihat tanggapan Haris Azhar (aktivis HAM) mengenai ini). Keesokan harinya (Selasa, 9/5) Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis dua tahun terhadap terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan menggunakan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Situasi ini direspon oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta melalui siaran pers-nya. Dalam konteks pembubaran HTI, Algiffari Aqsa (Direktur LBH Jakarta) seperti yang dikutip dari siaran pers-nya, menyatakan “Wacana pembubaran Ormas HTI yang dikemukakan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan serta Menteri Dalam Negeri merupakan pernyataan yang arogan, anti demokrasi, inkonstitusional dan melawan hukum”. Sedangkan dalam penjatuhan vonis Ahok, LBH Jakarta menyatakan bahwa Pasal 156a sebagai anti demokrasi yang secara jelas melanggar hak seseorang untuk menyatakan pikiran, dan sikap sesuai dengan hati nurani, serta hak atas kebebasan berekspresi (lihat siaran pers LBH Jakarta).

Rabu (10/5), kami mewawancarai Algiffari tentang argumentasi yang digunakan dalam merespon situasi saat ini (pasca wacana pembubaran HTI dan vonis Ahok),  masyarakat kita yang semakin terpolarisasi pasca Pilkada DKI Jakarta, dan upaya-upaya untuk membangun kebhinekaan dan toleransi berbasiskan Hak Asasi Manusia (HAM).  Simak wawancara kami

 
Tim Sorgemagz
Adhito Harinugroho
Daywin Prayogo
Bookmark and Share

Tags: , , , , , , , , ,

Category: Video

Leave a Reply