banner ad
banner ad

Lembar Fakta: Kekerasan Terhadap Perempuan

November 24, 2015

1151125-16HAKTP-Banner600-01

Seberapa tinggi penyebaran kekerasan seksual pada perempuan?

  • Bentuk paling umum kekerasan yang dialami perempuan secara global adalah kekerasan fisik yang umumnya dilakukan oleh pasangan mereka. Rata-rata, setidaknya satu dari tiga perempuan pernah dipukuli, dipaksa melakukan seks, atau dilukai oleh pasangan dalam hidupnya.
  • Menurut data dari World Bank, Perempuan dengan usia 15 sampai 44 tahun lebih berisiko mengalami pemerkosaan dan kekerasan rumah tangga daripada risiko terkena kanker, kecelakaan motor, perang dan malaria.
  • Beberapa survei global menunjukkan bahwa setengah dari perempuan korban pembunuhan dibunuh oleh suami, mantan suami, atau kekasihnya sendiri. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 40-70% perempuan korban pembunuhan di Australia, Kanada, Israel, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat dibunuh oleh pasangannya sendiri. Di Kolumbia, dalam setiap enam hari, satu perempuan dilaporkan dibunuh oleh pasangannya atau mantan pasangannya.
  • Ratusan perempuan diculik, diperkosa, dan dibunuh di sekitar Ciudad Juarez, Meksiko, dalam periode lebih dari 10 tahun.Secara global, diperkirakan satu dari lima perempuan akan menjadi korban pemerkosaan atau mengalami percobaan pemerkosaan dalam hidupnya.
  • Kekerasan terhadap perempuan ketika atau setelah konflik bersenjata dilaporkan terjadi di setiap area perang internasional atau non-internasional. Antara 250.000 hingga 500.000 perempuan diperkosa saat kejahatan genosida 1994 di Rwanda; antara 20.000 hingga 50.000 perempuan diperkosa saat konflik di Bosnia pada awal tahun 90-an.

Mengapa dan bagaimana kekerasan terhadap perempuan terjadi?

  • Kekerasan terhadap perempuan tidak terbatas budaya yang spesifik, wilayah atau negara, maupun kelompok tertentu dalam sebuah masyarakat. Akar dari kekerasan terhadap perempuan terdapat pada sejarah ketidakseimbangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan, dan diskriminasi berkelanjutan terhadap perempuan.
  • Pemerkosaan sejak lama telah dipergunakan sebagai senjata dalam perang. Perempuan setua lansia dan semuda balita telah menderita kekerasan seksual secara berangsur-angsur di tangan anggota militer dan jajaran pemberontak. Pembunuhan karena mahar (dowry murder) adalah perlakuan brutal di mana perempuan dibunuh oleh suami atau mertuanya karena keluarganya tidak dapat memenuhi tuntutan mahar yang diminta – pembayaran pada mertua atas pernikahan yang ia lakukan sebagai hadiah untuk keluarga barunya. Meskipun mahar atau pembayaran serupa berlaku secara umum di dunia, pembunuhan karena mahar terjadi paling sering di Asia Selatan.
  • Praktik pernikahan dini sudah biasa terjadi di dunia, terutama di Afrika dan Asia Selatan. Pernikahan dini menjadi satu bentuk kekerasan seksual, ketika anak-anak perempuan seringkali dipaksa menikah atau berhubungan seksual, yang menyebabkan risiko kesehatan seperti terpapar penyakit HIV/AIDS serta menghalangi hak mereka mendapatkan edukasi di sekolah.
  • Antara 500.000 hingga 2.000.000 orang, dengan mayoritas perempuan dan anak-anak, diperdagangkan setiap tahunnya dengan motif prostitusi, kerja paksa, atau perbudakan.
  • Mutilasi genital perempuan (FGM) merujuk pada beberapa macam operasi pemotongan alat genital sebagai tradisi yang mendarah daging, dilakukan pada baik perempuan dewasa maupun anak-anak. Diperkirakan lebih dari 130 juta anak perempuan dan perempuan dewasa yang hidup saat ini telah mengalami FGM, terutama di Afrika dan beberapa negara di Timur Tengah, dengan 2 juta anak-anak perempuan tiap tahunnya berisiko mengalami mulitasi. Pada April 2006, 15 dari 28 negara bagian Afrika di mana FGM sudah umum memberlakukan peraturan hukum kriminal.
  • Di masyarakat, dalam kasus korban pemerkosaan, perempuan seringkali dicurigai telah terlibat dalam seks luar nikah. Yang tertuduh melakukan zina berisiko dibunuh oleh keluarganya sebab pelanggaran kesucian perempuan dilihat sebagai perilaku penghinaan terhadap kehormatan keluarga. Dana Penduduk Peserikatan Bangsa-bangsa (UNFPA) memperkirakan angka tahunan global atas korban pembunuhan karena kehormatan (honour killing) mencapai hingga 5.000 perempuan.
  • Banyak perempuan mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan berisiko tinggi mengalami kekerasan. Perempuan pribumi di Kanada lima kali lebih berisiko mengalami kematian karena kekerasan dibanding perempuan-perempuan lain di usia yang sama. Di Eropa, Amerika Utara dan Australia, lebih dari setengah perempuan penyandang cacat telah mengalami kekerasan fisik, dibandingkan dengan sepertiga dari perempuan bukan penyandang cacat.
  • Perempuan mengalami pelecehan seksual dalam hidupnya. Antara 40-50% perempuan di Uni Eropa melaporkan beberapa bentuk pelecehan seksual di lingkungan kerja. Di Malawi, 50% murid perempuan yang disurvei melaporkan mengalami pelecehan seksual di sekolah.
  • Perempuan usia muda adalah yang paling rawan mengalami pemaksaan sex dan yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDS. Lebih dari setengah dari infeksi HIV terjadi pada usia muda antara 15 hingga 24 tahun, dan lebih dari 60% dari pemuda dengan HIV positif pada usia ini adalah perempuan.
  • Kekerasan terhadap perempuan tahanan polisi sudah umum terjadi, meliputi kekerasan seksual, pengawasan tidak sepantasnya, penggeledahan telanjang yang dilakukan oleh laki-laki dan permintaan hubungan seks sebagai alat tukar untuk perlakuan istimewa atau kebutuhan dasar.
  • Pembunuhan anak perempuan, seks sebelum melahirkan, dan keabaian sistem terhadap anak-anak perempuan telah tersebar luas di Asia Selatan, Asia Timur, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Kerugian dan Konsekuensi

  • Kerugian atas kekerasan terhadap perempuan sangatlah tinggi, termasuk kerugian langsung biaya perawatan dan pelayanan kesehatan perempuan korban kekerasan serta anak-anak mereka, juga untuk membawa pelaku kejahatan ke pengadilan.
  • Kerugian tidak langsung termasuk kehilangan pekerjaan dan produktivitas, serta kerugian penderitaan dan kesengsaraan.
  • Biaya untuk kekerasan yang dilakukan oleh pasangan sendiri di Amerika Serikat melebihi 5,8 milyar dolar Amerika tiap tahun: 4,1 milyar dolar Amerika ditujukan untuk perawatan medis, sedangkan kerugian produktivitas dengan total hampir 1,8 milyar dolar Amerika.
  • Di Kanada, sebuah penelitian pada tahun 1995 memperkirakan kerugian langsung tahunan pada kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 684 juta dolar Kanada untuk sistem pengadilan kriminal, 187 juta dolar Kanada untuk polisi, dan 294 juta dolar Kanada untuk konseling dan pelatihan, dengan total lebih dari 1 milyar dolar Kanada per tahun. Sebuah penelitian pada tahun 2004 di negara Inggris diperkirakan total kerugian langsung dan tak langsung kekerasan domestik, termasuk penderitaan dan kesengsaraan, hingga 23 milyar poundsterling tiap tahun atau 440 poundsterling per orang.
  • Satu dampak kekerasan seksual adalah traumatic gynecologic fistula: cedera sebagai dampak dari perobekan parah pada jaringan otot vagina, menyebabkan perempuan tidak dapat mengendalikan pembuangan urin dan mengakibatkan mereka tak diinginkan secara sosial. Diketahui bahwa puluhan ribu perempuan menderita kekerasan seksusal di Republik Demokratik Kongo sejak konflik bersenjata dimulai.
  • Banyak terjadinya kekerasan dan penyakit HIV/AIDS saling terkait. Ketidakmampuan perempuan untuk bernegosiasi tentang seks yang aman atau menolak seks tak diinginkan berkaitan erat dengan tingginya penyebaran HIV/AIDS.
  • Seks tak diinginkan menghasilkan tingginya risiko abrasi dan pendarahan serta mudahnya penularan virus. Perempuan yang dipukuli oleh pasangan mereka 48% lebih berisiko terinfeksi HIV/AIDS.

Sumber: http://www.un.org/en/women/endviolence/pdf/VAW.pdf

Diterjemahkan oleh: Ayunda Nurvitasari

Bookmark and Share

Category: 16HAKTP, Kampanye

Leave a Reply