banner ad
banner ad

Aksi Warga//Sembilan Perempuan Kendeng Kembali Menabuh Lesung //Depan Istana Negara-Jakarta//12 April 2017

April 16, 2017

Sembilan perempuan Kendeng menabuh lesung di depan Istana Negara, Jakarta (12/4). Mereka mewakili ribuan petani di Pegunungan Kendeng mulai dari Kabupaten Lamongan, Tuban, Rembang, Blora, Grobogan, Pati dan Kudus. Aksi serupa pernah dilakukan pada tahun 2015 (lihat dokumen visualnya diĀ http://www.sorgemagz.com/aksi-warga-perempuan-rembang-melakukan-lesungan-di-depan-istana-negara/#.WPJZDWcxXDc) . Lesungan yang mereka lakukan artinya membunyikan tanda bahaya. Mereka khawatir terjadi kerusakan lingkungan jika pegunungan Kendeng ditambang untuk bahan baku semen.

Aksi mereka diberi tajuk “Kendeng Menjemput Keadilan dan Kebenaran Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)”. Sedangkan pada waktu yang bersamaan tim KLHS yang dibentuk atas perintah Presiden menyampaikan laporannya. Menurut UU 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Hasil KLHS ini yang menjadi dasar bagi kebijakan, rencana, dan/atau program pembangunan dalam suatu wilayah. Tim Pelaksana KLHS untuk Kebijakan Pemanfaatan dan Pengelolaan Pegunungan Kendeng yang Berkelanjutan berada di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Siti Nurbaya sebagai Ketua Pengarah, dan ketuanya dijabat Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata lingkungan San Afri Awang. Guru besar Institut Pertanian Bogor Soeryo Adiwibowo menjabat kordinator Tim KLHS yang beranggotakan 15 ahli dari berbagai perguruan tinggi.

Malam hari-nya, laporan tersebut dipublikasikan. Tim Pelaksana KLHS merekomendasikan bahwa penambangan di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih Pegunungan Kendeng belum dapat dilakukan sampai ada keputusan status CAT Watuputih dapat ditambang atau tidak.

Bookmark and Share

Tags: , , , , , ,

Category: Dari Garis Depan, Video, Video

Leave a Reply