banner ad
banner ad

Layar Tancep KLTP: Detachment

July 24, 2012

And never have I felt so deeply at one and the same time so detached from myself and so present in the world – Albert Camus

Detachment (n) state of not being emotionally involved

Henry Barthes (Adrien Brody) adalah seorang guru pengganti di sebuah sekolah bermasalah yang dihuni sekelompok guru dan murid yang sama bermasalahnya. Hari pertamanya mengajar di sekolah sebagai guru pengganti, Henry telah mengusir seorang anak. Intimidasi para murid tak menimbulkan pengaruh apa-apa, semata-mata karena ia melakukan tugasnya tanpa pretensi lain, kecuali memenuhi tugasnya sebagai guru pengganti hingga sekolah mendapatkan guru tetap. Pekerjaan yang nomaden inilah yang mendukungnya untuk tidak punya perasaan apa-apa terhadap murid-muridnya (detach-ment), ia hadir, mengajar, pulang. Cukup itu saja.

Dengan masa lalu keluarga yang kelam dan rumit karena ibunya bunuh diri, Henry memutuskan untuk menarik segala emosi dirinya terhadap nyaris semua hal. Kakeknya yang tinggal di rumah jompo telah cukup menyedot dirinya ke dalam pergulatan emosional, dan ia merasa tidak perlu menambahkan emosi lain terhadap hal-hal di luar itu.

Cerita berkembang ketika Henry bertemu dengan Erica (Sami Gayle), seorang remaja yang menjadi pelacur, yang kemudian ia izinkan untuk tinggal bersamanya. Di saat yang sama, di sekolah Henry mulai berkenalan dengan realita sehari-hari, guru-guru yang dipersalahkan orang tua murid, murid-murid dengan permasalahan kepribadian dan prilaku, serta sekolah dengan reputasi kurang baik yang mengurangi nilai jual properti di lingkungan sekitarnya.

Keterlibatan emosional Henry mulai digugah ketika seorang murid, Meredith (Betty Kaye) menyatakan kekagumannya, ketika Henry menyukai rekannya sesama guru, Sarah Madison (Christina Hendricks), dan ketika ia menanyakan keadaan rekannya Wiatt (Tim Blake Nelson), yang setiap hari bergelayut di pagar sekolah. Hal terakhir yang menggelitik emosi Henry adalah ketika Erica menyatakan rasa sayangnya kepada Henry.

Film Detachment berangkat dari semangat Albert Camus dan manusia absurd nya, di mana Henry berusaha menjadi manusia absurd yang berusaha terlibat dengan realitanya, tetapi menarik dimensi emosionalnya untuk tidak terlibat ke dalam realita. Dengan penggambaran yang terfokus pada kehidupan dan cara pandang Henry Barthes, film ini tidak luput pula menyoroti kehidupan pribadi guru-guru yang mengajar di sekolah dan keadaan sekolah yang –menurut saya pribadi– mengerikan. Maksud saya, di mana lagi anda pernah melihat guru yang tanpa wibawa di hadapan murid-muridnya? Guru yang dilempari kertas atau guru yang dilempar tasnya. Saya pribadi belum pernah melihatnya, tapi film karya Tony Kaye (terkenal dengan American History X) ini menyuguhkan pemandangan yang demikian.

Nonton bareng KLTP kali ini cukup memuaskan, karena munculnya satu peserta nonton baru, dan seorang kawan lama yang mengembara di kampus Universitas Indonesia kembali menyempatkan diri untuk menikmati obrolan seputar film Detachment yang baru kami tonton. Setelah banyak pendapat dikemukakan, mulai dari apakah manusia absurd itu, hingga bagaimana editing film itu dilakukan, semuanya dibahas, meski harus terbentur keterbatasan waktu. Malam itu kami yang menonton sampai pada satu kesepakatan, film Detachment membuat malam Jumat terakhir sebelum taraweh hari pertama terbayar dengan kepuasan.

Penggambaran realita yang apa adanya dan manusiawi membuat film ini tidak membosankan untuk ditonton. Percayalah, nonton bareng KLTP adalah kali kelima saya menonton Detachment. Karena, hei, siapa tahu guru kita dulu sedang mengalami depresi berat karena nyaris bercerai, tapi tetap datang mengajar kita?

(Lalola Easter Kaban)

Bookmark and Share

Tags: , , , , , ,

Category: Movies

Leave a Reply