banner ad
banner ad

Pure Saturday Grey Concert Review

May 23, 2012

Pada suatu malam hari Selasa, 15 Mei 2012, di pelataran parkir Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) terlihat begitu banyak orang yang sangat antusias menunggu pintu masuk dibuka.  Termasuk saya, mereka ingin menyaksikan sebuah pertunjukan musik dari Pure Saturday yang pada hari itu merilis album barunya berjudul ”Grey”. Saya sendiri sempat bingung ketika mendengar berita tersebut dan membayangkan bagaimana saya duduk di kursi penonton tetapi menyaksikan salah satu band favorit saya bermain di panggung. Kebingungan saya bukan tanpa alasan. Sudah tiga kali saya berkunjung ke GKJ tetapi itu untuk menonton pertunjukkan teater. Belum pernah dalam hidup saya menonton band di gedung yang identik dengan kata teater.

Anyway, pertanyaan saya segera terjawab begitu konser dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Saya cukup beruntung mendapatkan kursi yang berada di dua baris dari tengah, memberikan saya pemandangan dan sound yang pas. Ketika tirai panggung dibuka, terlihat susunan alat-alat musik yang rapi dengan layar visual di belakang itu semua. Visual pertama merupakan video hitam putih close-up mata seseorang yang sedang melirik kesana-kemari, mengingatkan saya pada film A Clockwork Orange.

Selang beberapa menit kemudian, visual tersebut berganti dan masuklah para personil Pure Saturday bersama Yockie Suryaprayogo (yeah!). Iyo, sang vokalis, menggunakan pakaian serba hitam dan mukanya di cat putih. Mereka pun langsung menyanyikan lagu pertama dari album terbaru yaitu The Horsemen. Layaknya sebuah aktor, Iyo menari-nari di atas panggung tanpa alas kaki sepanjang sesi pertama dari Grey Concert. Tidak lupa ia menyelipkan puisi di antara pergantian lagu. Memasuki lagu ke-enam yang berjudul Utopian Dream, Iyo dan Adhi (gitaris) dibantu oleh Rekti Yoewono (The S.I.G.I.T) menyanyikan lagu tersebut. Dalam sesi pertama Grey Concert, Pure Saturday menyanyikan seluruh lagu di album barunya secara berurutan hingga sesi tersebut diakhiri oleh Albatross.

Sesi kedua pun kemudian mulai setelah selang sekitar 10 menitan. Pure Saturday membuka sesi ini dengan lagu Elora. Iyo tidak lagi bermuka putih dan dia sudah memakai alas kaki. Semua personil tampak lebih santai di sesi ini. Pada sesi ini Pure Saturday melainkan lagu-lagu hits nya seperti Spoken, Cokelat, Enough, Simple, Desire, Labirin, Kosong, dan Buka. Terkadang Iyo turun dari panggung untuk berbincang-bincang dengan penonton. Para penonton pun ikut bernyanyi dengan Pure Saturday di sesi ini. Kejutan belum berakhir ketika Yockie Suryoprayogo naik lagi ke atas panggung dan memainkan lagu Citra Hitam yang dulu sempat dibawakan bersama mendiang Chrisye. Hasilnya adalah standing ovation dari seluruh penonton. Cholil dari Efek Rumah Kaca juga menambah kejutan saat lagu Kosong tengah dimainkan. Konser pun ditutup dengan lagu Buka.

Setelah konser selesai diadakan press-conference dan meet and greet bagi semua penonton yang ingin memorabilia Pure Saturdaynya ingin ditandatangani oleh para personilnya langsung. Semua pertanyaan saya sebelum konser terjawab sudah. Keseluruhan rangkaian Grey Concert sungguh di luar ekspektasi saya. Mulai dari lagu, tata panggung, suara, lighting. semuanya benar-benar dieksekusi dengan baik.

 

(Ajeng Probowati)

Bookmark and Share

Tags: , , , ,

Category: Musics, Reviews

Leave a Reply